Pulau Penyu terletak di daerah Nusa Dua Bali. Pulau ini dipergunakan untuk menangkar penyu, yang memang termasuk dilindungi oleh undang-undang di Indonesia. Untuk mencapai Pulau Penyu ini, wisatawan harus menyewa kapal boat di Nusa Dua, dan menempuh perjalanan sekitar 10 menit.
Jangan kuatir untuk kembalinya, sewa kapal boat itu sudah satu paket pergi dan pulangnya.
Matahari pagi yang terbit di ufuk timur, terlihat jelas dari salah satu puncak gunung Arjuna Jawa Timur
Patirtan/Pemandian Jalatunda ini terletak di kaki Gunung Penanggungan Jawa Timur.
Situs Candi Jolotundo, atau yang kerap disebut Petirtan Jolotundo, adalah salah satu peninggalan sejarah kerajaan sebelum Majapahit. Situs berupa candi dengan air yang mengalir dari berbagai sudut candi itu dibuat pada tahun 997 Masehi. Zaman Airlangga pada masa kejayaan Kerajaan Kahuripan.
Bagi yang suka segar-segar, bisa mandi di tempat yang sudah disediakan, di sisi kanan untuk laki-laki dan di sisi kiri untuk wanita, tetapi jangan mancing ikan segar yang ada disini ya…
Danau kawah Gunung Kelud sebelum terjadinya letusan gunung kelud yang mengakibatkan “lahirnya” anak gunung kelud.
Mau mandi disini?
Dulu bisa, airnya lumayan hangat-hangat panas, kalau sekarang ya jelas sudah tidak bisa lagi, karena airnya sudah menguap.
Candi Badut terletak di Desa Tidar – Malang. Letaknya hanya sekitar 10 menit saja dari pusat kota Malang.
Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi.
Pura Ulun Danu Beratan dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Dewi Sri yang juga lebih dikenal sebagai Dewi Kesuburan.
Pura ini terletak di dataran tinggi Bedugul Kabupaten Tabanan. Sebuah dataran tinggi yang menjadi daerah wisata unggulan Pulau Bali.
Di Bedugul ini juga terdapat sebuah danau yang indah yang bernama danau Beratan.
Anak gunung kelud ini terbentuk karena erupsi Gunung Kelud, yang “cuma” batuk-batuk saja.
Pada awalnya, dilokasi anak gunung kelud ini adalah danau kawah yang airnya cukup panas.
Coban Rondo menurut administratif pemerintahan terletak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Coban Rondo dibuka untuk obyek wisata pada tahun 1980.
Coban Rondo mempunyai cerita legenda sendiri yang cukup unik.
Asal – usul Coban rondo berasal dari sepasang pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan. Si mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan si mempelai pria bernama Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.
Setelah usai pernikahan mencapai selapan (36 hari) Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke Gunung Anjasmoro, tetapi orang tua Dewi Anjarwati melarang mereka pergi, dikarenakan usia pernikahan mereka yang baru mencapai 36 hari. Tetapi mereka tetap mengukuhkan diri untuk berangkat dengan sanggup menanggung segala resikonya.
Ketika dalam perjalanan mereka dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal-usulnya, tampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya.
Perkelahian tidak dapat dielakkan, kepada para abdinya, Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang ada coban nya (air terjun). Tanpa diketahui oleh Dewi Anjarwati, kedua orang yang berkelahi itu sama-sama gugur, dengan demikian akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa Jawa, Rondo = janda).
Sejak saat itulah, Coban tempat tinggal Dewi Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan nama Coban Rondo.
Konon batu besar di bawah air terjun itu adalah merupakan tempat duduk sang dewi.